Berangkat Tes PCR, Sekarang Datang di Bandara Soetta Harus Tes PCR Lagi

Berangkat Tes PCR, Sekarang Datang di Bandara Soetta Harus Tes PCR Lagi (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID – Penumpang yang baru datang di Bandara Soekarno Hatta harus melakukan tes PCR lagi saat tiba di bandara. Hal tersebut berlaku untuk para pelaku internasional.

Dalam rangka mengetahui status kesehatan pelaku perjalanan internasional tersebut pada saat keluar bandara, juga dilakukan tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) yang hasilnya bisa diketahui 1 jam atau tes RT-PCR di bandara kedatangan di Indonesia.

“Penumpang harus melakukan tes RT-PCR di negara keberangkatan, lalu tes ulang saat kedatangan di Indonesia, ini merupakan upaya agar kita dapat mengantisipasi, menghalau dan melakukan penanganan dengan tepat jika ada kasus impor COVID-19, sebagai upaya agar tidak ada lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.”

Untuk diketahui, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai salah satu titik masuk penerbangan internasional menyiapkan fasilitas tes NAAT/RT-PCR bagi penumpang pesawat dari luar negeri yang baru mendarat.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta dr Darmawali Handoko mengatakan, tes COVID-19 yang dilakukan penumpang pesawat sebelum berangkat dan saat kedatangan di Indonesia dapat membantu penanganan COVID-19 di dalam negeri.

 “Di tengah pandemi ini, perjalanan domestik dan internasional tidak bisa dilakukan seperti halnya pada kondisi normal. Ada protokol kesehatan yang diberlakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19,” ujar dr Koko, Sabtu (16/10/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan menjalani protokol kesehatan ini penumpang pesawat telah turut berperan serta dalam upaya pengendalian COVID-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan penumpang pesawat rute internasional untuk menjalani protokol kesehatan ketika mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk melakukan tes COVID-19. Dengan menjalani protokol kesehatan, penumpang internasional turut berperan serta dalam upaya pengendalian COVID-19,” jelas dr Koko.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto juga mengatakan pentingnya tes RT-PCR untuk mengantisipasi kasus impor.

“Bagi WNI dan WNA yang akan memasuki Indonesia wajib mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Republika Indonesia termasuk melakukan tes PCR, telah divaksin dosis lengkap dan tentunya juga mentaati semua protokol kesehatan, termasuk dengan melakukan test PCR di bandara kedatangan dan menjalankan karantina selama 5×24 jam. Hal ini sangat penting untuk memastikan WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia tidak berpotensi membawa kasus impor (imported cases) dan mencegah masuknya varian baru virus Covid 19,” jelas Novie.

Pelaksanaan NAAT/RT-PCR di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan di aula kedatangan (arrival hall) Terminal 3. Sejumlah fasilitas dan ruang telah disediakan Bandara Soekarno-Hatta untuk mendukung stakeholder dan penumpang pesawat dalam menjalani RT-PCR

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menuturkan, dilakukan juga pengaturan operasional penerbangan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di titik pelaksanaan tes.

“Pengaturan kedatangan penerbangan dan alur kedatangan penumpang internasional dilakukan dengan berkoordinasi bersama stakeholder terkait sehingga kami mengupayakan agar pelaksanaan tes COVID-19 di international arrival hall Terminal 3 dapat dijalankan dengan lancar dan penumpang tidak menunggu terlalu lama untuk melakukan tes dan mengetahui hasil tes,” ujar Agus. (toid/red)