Ditanya Soal Status Lahan SMPN 24, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Gugup

Ditanya Soal Status Lahan SMPN 24, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Gugup ()

NONSTOPNEWS.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Taryono, tampak gugup saat ditanya mengenai lahan untuk pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24, yang terletak di jalan Al Ihsan, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ditemui ketika baru saja keluar dari ruangannya, Taryono yang berjalan mengarah ke luar gedung, beberapa kali harus menghentikan langkah sambil menghela nafas dalam-dalam, saat wartawan mendesak mengenai hasil kajian lahan SMPN 24 yang dilakukan oleh pihaknya.

Terlebih, ketika awak media menanyakan perihal status yang berupa lahan serapan air atau rawa-rawa, yang mana pada pembayaran ganti rugi lahan tersebut, keterangan status lahan pada sertifikat tanah adalah berupa lahan daratan.

"Dari awal kita lakukan sudah benar kok. Tidak mungkin kita menyimpang, karena sejak awal sudah berusaha dengan hati-hati dalam proses pengadaan lahan tersebut," kata Taryono lirih, di kantor Dindikbud, lantai 1 gedung III, pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jalan Raya Maruga, Serua, Ciputat, Rabu (16/9/2020).

Namun, meski awak media terus menanyakan beberapa pertanyaan, Taryono hanya bungkam, wajahnya tampak seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu hal yang sangat membebani pikirannya.

Diketahui, lahan untuk pembangunan gedung SMPN 24 Kota Tangsel seluas 9.452 meter persegi, dengan biaya ganti rugi berdasarkan taksiran adalah sebesar Rp.2.888.000 per meter, yang pembayarannya dilakukan dengan dua tahap.

Tahap pertama pembayar dilakukan pada tahun anggaran 2019, dengan luas lahan yang dibayarkan 5.688 meter persegi, dan tahap dua pada tahun anggaran 2020 dengan luas lahan yang dibayarkan 3.764 meter persegi.

Sebelumnya Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Kota Tangsel, Siti Barokah, menyebutkan soal status lahan SMPN 24 dalam sertifikat berstatus lahan darat.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala bidang pembebasan lahan pada Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Rizqiyah. Dikatakannya pula, bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal penetapan lahan tersebut menjadi lahan darat.

"Dalam sertifikatnya, jelas tertulis status lahan SMPN 24 merupakan darat. Kajian lahan atau fisibilitas study (FS) dilakukan oleh Dindikbud sebagai pihak yang membutuhkan dan menggunakan lahan untuk SMPN 24," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan peninjauan ke lokasi lahan dengan didampingi oleh salah seorang kerabat dari ahli waris bernama Abdul Abbas, ditemukan fakta bahwa lahan tersebut memang tampak seperti lahan resapan air, kondisi lahan berbentuk kolam-kolam ikan dan rawa-rawa.

"Lahan ini, udah dari dulunya emang bentukannya sawah, terus dibikin empang seperti rawa-rawa dan jadi sumber resapan air. Udah ada sekira 100 tahunan sampai sekarang ya masih begitu, rawa-rawa," pungkas Abbas saat menunjukkan lokasi lahan SMP 24 Kota Tangsel, beberapa waktu lalu. (KB)