IMB Berubah Jadi PBG, DPMPTSP dan OPD Teknis Tangsel Siapkan perbaikan SOP untuk Permudah Pelayanan

IMB Berubah Jadi PBG, DPMPTSP dan OPD Teknis Tangsel Siapkan perbaikan SOP untuk Permudah Pelayanan (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Pasca disahkannya Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, lalu kemudian diturunkan ke Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021, yang mengantur soal Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menggantikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan tengah berbenah untuk memaksimalkan pelayanan dimasa peralihan ini.

Kepala Bidang Perizinan Pembangunan Maulana Prayoga, pada DPMPTSP Kota Tangsel mengatakan, sistem pelayanan PBG melalui SIMBG sudah dilaunching oleh Kementerian Pekerjaan Umum pemerintah Pusat namun dalam pelaksanaan perlu didukung oleh aplikasi tambahan dan aturan standar layanan di daerah agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Peraturan Walikota (Perwal) tentang pendelagasian sudah terbit. Tinggal mungkin, sekarang sistem pendukung layanan SIMBG sedang dalam proses penyempurnaan, dan SOP layanan sedang dibahas bersama OPD Teknis, agar menghindari kesulitan masyarakat dalam permohonan pemenuhan persyaratan perijinan,” ungkapnya, di Gedung Mall Playanan Publik (MPP), Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong, Selasa (19/10/2021).

Yoga juga menyampaikan perihal perbedaan-perbedaan antara IMB dan PBG yang harus diketahui masyarakat, yang mengakukan permohonan perizinan bangunan.

“Pertama perbedaan yg paling mendasar dari sistem pelayanannya berubah, dulu masyarakat menggunakan sistem layanan SIMPONIE yang dibangun atau Pemkot Tangsel. Sekarang harus menggunakan Sistem Informasi Manajemen Bangunan (SIMBG) yang dibangun oleh Kementrian PUPR,” katanya.

Kemudian, Yoga menyebutkan, terkait konten persyaratan. Sebelumnya, katanya, syarat-syarat permohonan perizinan pembangunan lebih kepada administrasi- teknis, sedangkan sekarang lebih banyak terkait persyaratan teknis.

“Itu yang jadi Pekerjaan Rumah (PR), kami menerima banyak keluhan masyarakat terkait kesulitan pemenuhan persyaratan teknis dalam pengajuan perijinannya, sekarang kami sedang bahas bersama dengan temen-temen Dinas Bangunan untuk mengatasi permasalahan tesebut” ujarnya.

Lebih lanjutnya, Kepala Bidang Penataan Bangunan DBPR Hadi Widodo juga mengiyakan beberapa hal terkait kesiapan bersama dengan DPMPTSP dengan adanya peralihan IMB ke PBG dan menambahkan sekarang bahwa dinasnya menjadi gerbang pertama untuk verifikasi berkas permohonan masyarakat yang akan mengajukan PBG melalui SIMBG.

“Dahulu pada saat IMB, kami mensupport sebagai tim teknis yang menilai pemenuhan persyaratan teknis IMB, namun sekarang kami sudah menyiapkan tim verifkasi pemenuhan administrasi dan juga kami sudah membentuk TPT (tim pengkaji teknis) dan TPA (tim Profesi Ahli) sebagai tim yang memverifikasi teknis” pungkasnya ditemui di Gedung Intermark hari Selasa (19/10/2021). (Kibo)