Nyawa Banyak Melayang, Timbul Surat Edaran Truk Tanah Dilarang Beroperasi

Nyawa Banyak Melayang, Timbul Surat Edaran Truk Tanah Dilarang Beroperasi (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Nyawa empat orang melayang sia-sia. Truk tanah yang oleng berlebih muatan menindih mobil yang mereka tumpangi di Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kamis (1/8/2019) pagi.

Tak mau dianggap lalai dan tak tanggap, Walikota Tangerang pun secara tegas mengeluarkan surat edaran (SE) untuk menghentikan sementara aktifitas truk tahan di seluruh wilyah Tangerang.

Penghentian operasional tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang dikeluarkan dan ditanda tangani oleh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang ditembuskan ke Polres Metro Tangerang Kota Nomor 024/2685-Dishub/2019 tentang operasional bagi angkutan tanah atau pasir di wilayah Kota Tangerang.

Adapun dasar penghentian tersebut adalah adanya Perda nomor 8 tahun 2018 tentang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan msyarakat. “Untuk seluruh angkutan pasir atau tanah per 1 Agustus dilarang berada di jalan – jalan kota Tangerang. Khusus untuk yang memiliki berat 8,5 ton keatas, tronton dan gandengan ataupun sejenisnya,” ujar Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Kamis (1/8/2019).

Arief pun mengancam, akan memberi sanksi sesuai Peraturan perundang – undangan yang berlaku kepada pengelola truk.

“Jika membandel kita akan tindak sesuai aturan,” pungkasnya dalam surat edaran itu.

Kalau ditilik dari peraturan, sebenarnya Pemkot Tangerang sudah memiliki Peraturan Walikota Nomor 30 tahun 2012 tentang Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Angkutan Tanah, Pasir dan Batu.

Namun kenyataannya banyak truk tronton pengangkut material tambang itu, berseliweran di jalan jalan Kota Tangerang diluar waktu yang sudah ditentukan.

Tidak jarang akibat pelanggaran tersebut truk bermuatan pasir, batu dan tanah menimbulkan kecelakaan yang sampai memakan korban nyawa para pengguna jalan raya lainnya. (Ks)