PDIP Pecat Legislatornya Di Tangsel, Ada yang Ngebet Pengen Jadi Dewan Kali?

PDIP Pecat Legislatornya Di Tangsel, Ada yang Ngebet Pengen Jadi Dewan Kali? (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID - Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PDI Perjuangan, Undang Kasi Ujar, dipecat dari partainya.

Pemecatan terhadap legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Pondok Aren itu, diduga terkait soal hasil akhir suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu.

“Iya betul, sekarang saya sudah dipecat dari partai yang saya cintai. Lebih dari 20 tahun saya berpartai, dan dipecat hanya karena tidak mau mundur dari DPRD,” ujar Undang saat ditemui di kantor DPRD Tangsel, Jalan Puspitek Raya, Kamis (10/6/2021).

“Tanggal 2 Maret 2021 saya dipanggil, dibacakan surat keputusan Mahkamah Partai, di situ selesai dibacakan, saya di kasih surat untuk pengunduran diri dari anggota DPRD Kota Tangsel. Saya bilang, saya menolak untuk menandatangani surat itu. Karena apa, saya pikir salah saya apa. Karena saya benar, saya menolak,” sambungnya.

Menurut Undang, lantaran menolak untuk mundur dari DPRD, surat pemecatan dari partai terhadap dirinya pun akhirnya turun.

Undang beranggapan, bahwa pemecatannya dari partai disebut hanya cara untuk melegalkan agar bisa dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya dari DPRD. 

“Ini kan hanya akal-akalan agar saya di PAW dari dewan, dicari alasan akhirnya saya dipecat. Kalau saya dipecat karena saya melanggar hukum atau etika lainnya saya terima. Tapi ini hanya karena ambisi orang lain yang ingin jadi dewan dan saya di PAW,” terangnya. 

Ketika dikonfirmasi perihal terkait, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel, Toha pun membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, dalam surat keputusan DPP PDI Perjuangan nomor 106/KPTS/DPP/V/2021 terungkap alasan pemecatan Undang K Ujar karena terjadi perselisihan sesama kader Partai pada Pileg 2019 lalu. 

“Jadi, masalah ini sudah sejak proses Pileg 2019 selesai, setelah salah satu kader di kita atas nama Suhari Wicaksono merasa dirugikan, bahwa saat itu suaranya hilang, dan memliki bukti kalau suaranya itu lari ke Pak Undang. Ini cerita dari Pak Suhari,” ujar Toha, melalui pesan WhatsApp, Jum’at (11/6/2021).

Dalam sidang mahkamah partai yang dilaksanakan oleh DPP PDIP, antara pelapor dan terlapor diberikan kesempatan untuk memberikan pembelaan.

“Pak Undang Kasi Ujar sendiri sudah diminta oleh DPP Partai untuk mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kota Tangsel tapi yang bersangkutan tidak berkenan” katanya.

Lanjut Toha, proses PAW ini adalah proses partai yang sudah berjalan tanpa merugikan siapa pun, karena dilakukan secara profesional dan adil. 

“Ada yang lapor dan dilapor, keputusan juga melalui proses persidangan sesuai dari pembuktian-pembuktian keduanya, sehingga hasilnya pak Undang di PAW,” pungkasnya. (Kibo)