Raperda BUMD Khusus Air Baru Sampai Tahap Kajian, Bisnis Air Minum PT PITS Apa Kabarnya?

Raperda BUMD Khusus Air Baru Sampai Tahap Kajian, Bisnis Air Minum PT PITS Apa Kabarnya? (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Khusus Air, adalah salah satu Raperda yang masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2021.

Namun hingga memasuki masa sidang akhir, Raperda tersebut masih dalam tahap pengkajian diranah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Kepala Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangsel, Wawan Syakir Darmawan, mengatakan, sudah lebih dua minggu pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kajian naskah akdemik dari dinas terkait.

“Sampai hari ini kami masih menunggu perkembangan setelah 2 Minggu dijanjikan ini, informasi terakhir yang kita terima itu masih dikaji oleh konsultan, dan minggu ini akan dibawa ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), tapi sampai saat ini belum ada juga jawaban ketika saya mencoba menghubunginya," katanya.

Bahkan menurut Wawan, semestinya minggu ini sudah ada konsolidasi lebih lanjut dengan bagian hukum Pemeirntah Kota (Pemkot) Tangsel.

Lebih lanjut, dia menegaskan, bahwa Raperda BUMD Khusus Air ini, merupakan Reperda yang sangat penting bagi Kota Tangsel.

Pasalnya, Raperda yang kemudian nantinya akan menjadi Peraturan Daerah (Perda) ini akan mengatur pembentukan BUMD yang khusus mengelola air minum, termasuk didalamnya menjadi acuan penetapan harga jual air.

“Sementara dari aturan yang ada itu, untuk khusus air mnium itu memang harus BUMD sendiri. Artinya ketika Raperda ini sudah selesai, maka yang berhak melakukan pegelolaan air minum itu ya BUMD yang berdiri sendiri, jadi PT PITS tifak bisa lagi menjual air minum, karena BUMD khsusu Air Minum nantinya sudah ada,” tegas Wawan.

Dikatakannya pula, dengan berdirinya BUMD Khusus Air Minum ini, nantinya akan jauh lebih memaksimalkan lagi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari air minum. Dimana nantinya BUMD Air Minum ini akan melakukan penjualan 5000 Liter Per Sacond (LPS) air untuk 500 ribu calon pelanggan.

“Artinya tinggal kita kalikan saja dengan nantinya harga jualnya berapa yang nanti akan diatur dalam Raperda. Ini potensi PAD yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya BUMD Khusus Air Minum sendiri di Kota Tangsel, maka nantinya juga akan secara maksimal mampu mengurangi penggunaan air tanah. “Secara lingkungan juga dampaknya positif, artinya penggunaan airt tanah akan jauh berkurang. Karena BUMD ini nantinya akan menggunaan air permukaan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Asnitasi Lingkungan, Air Minum, dan Penataan Bangunan pada Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel, Hadi Widodo, mengatakan bahwa kajian naskah akdemik Raperda tersebut sudah selesai dibuat.

“Itu kajiannya sudah kita buat, sekarang posisi tinggal kita kirim ke Kemendagri. Nah disana nanti kita tunggu lagi apakah ada evaluasi, kalau misalnya oke dan dinilai cukup ya bisa dilanjutkan tapi kalau dinilai harus ada revisi yah kita revisi lagi,” pungkasnya singkat. (Kibo)